Selasa, 26 Juni 2012

RP300-400 JUTA DARI 1 HA KEBUN JABON


RP300-400 JUTA DARI 1 HA KEBUN JABON.
Kalimat itu diucapkan Hasan, direktur utama PT Serayu Makmur Kayuindo, produsen kayu lapis di Jakarta. Bukan tanpa alasan Hasan mengeluarkan angka itu. Industri kayu membutuhkan jabon Anthocephalus cadamba sebagai bahan baku vinir, kayu lapis, dan pulp. Produsen peti buah, mainan anak-anak, korek api, cetakan beton juga memerlukan kayu kerabat kopi itu.
Hasan mengatakan bahwa tekstur kayu jabon agak halus hingga agak kasar. Permukaan kayu licin serta arah tegak lurus. Teras kayu yang berwarna putih kekuningan mirip meranti kuning, membuat urat-urat kayu tampak menonjol sempurna ketika dipernis. Pantas jabon cocok sebagai lapisan luar kayu lapis.
Menurut Prof Dr Ir Surdiding Ruhendi MSc dari Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, pohon layak sebagai kayu lapis antara lain bila bentuk batang silindris. Selain itu tinggi batang bebas cabang minimal 5 m, diameter batang minimal 15 cm, dan arah serat lurus. Kerapatan alias bobot jenis 0,4 - 0,7 g/cm3. Syarat lain batang mudah dikupas, dikeringkan, direkatkan, dan bebas dari cacat mata kayu. 'Jabon sangat memenuhi kriteria itu,' ujar guru besar teknologi perekatan kayu itu.
Ditanggung
Hasan meriset jabon sebagai bahan baku kayu lapis sejak 1999. Selain mengembangkan jabon di lahan sendiri seluas 33 ha, ia giat pula memperluas kemitraan untuk memasok kebutuhan kayu jabon. Harap mafhum, saat ini pemerintah melarang penggunaan kayu bulat hasil tebangan hutan alam. Pada masa mendatang, 'Harga kayu jabon akan semakin meningkat. Lihat saja, banyak industri tutup akibat kekurangan pasokan kayu,' kata Hasan.
Masa produksi jabon yang singkat - hanya 4 - 5 tahun - menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, yang terus berkembang. Dengan kemitraan, kelangsungan pasokan bahan baku agar pabrik terus berproduksi dapat terjamin. Sejak program kemitraan digulirkan pada 2006, sekarang PT Serayu menggandeng lebih dari 100 pekebun jabon. Total luas lahan mencapai 3.131 ha tersebar di 7 provinsi di Pulau Jawa dan Sumatera. Biaya bibit, penanaman, perawatan, pupuk, perikatan notaris, hingga panen menjadi tanggung jawab PT Serayu. 'Pemilik lahan hanya perlu bayar pajak bumi dan bangunan,' kata Hasan. PT Serayu mensyaratkan pemilik lahan - minimal 5.000 m2 - untuk lokasi budidaya selama 4 - 5 tahun.
Hasil penjualan kayu kelak dibagi 2: PT Serayu memperoleh bagian 60%, pekebun plasma 40%. Harga jual kayu jabon disesuaikan dengan harga pasar. Meski demikian, Serayu memberi kebebasan kepada pemilik lahan untuk menjual kayu jabon ke pembeli dengan harga tertinggi.
Pemilik lahan tinggal mengajukan permohonan kerja sama ke PT Serayu Makmur Kayuindo. Setelah itu Serayu mengecek kesesuaian tanah jabon melalui uji laboratorium. Selanjutnya pemilik lahan menyiapkan fotokopi kartu tanda penduduk, kartu keluarga, dan tanda kepemilikan lahan antara lain berupa sertifikat ataupun girik. Itu sebagai syarat perjanjian di hadapan notaris.
Menurut Dr Ir Supriyanto dari SEAMEO Biotrop, jabon tergolong tumbuhan pionir sebagaimana sengon. Ia dapat tumbuh di tanah liat, tanah lempung podsolik cokelat, atau tanah berbatu. Anggota famili Rubiaceae itu tumbuh baik di tanah aluvial di pinggir sungai dan di daerah peralihan antara rawa dan tanah kering. Bahkan di tanah gambut di Kalimantan pun, jabon dapat tumbuh baik.
Hasan menanam jabon dengan jarak 4 m x 4 m. Artinya, populasi 625 pohon/ha. Sejauh ini jabon bebas serangan hama dan penyakit, termasuk karat tumor yang kini banyak menyerang sengon. Hasan tetap mengizinkan budidaya tumpangsari kepada pemilik lahan. Artinya, pemilik lahan tetap dapat berkebun kacang hijau, padi rancah, atau jagung di bawah tegakan jabon. Hasil tumpangsari menjadi hak milik sepenuhnya penggarap lahan.
Perkiraan Hasan dalam 4 - 5 tahun mendatang, pemilik lahan meraup laba bersih Rp300-juta - Rp400-juta per ha. Angka itu diperoleh dari penjualan 625 pohon berumur 4 - 5 tahun sebanyak 800 - 1.000 m3 per ha. Produksi 800 - 1.000 m3 itu berdasarkan hasil riset PT Serayu. Hasan memprediksi harga jabon pada 5 tahun mendatang Rp1,2-juta/m3. Dengan harga jual Rp1,2-juta per m3 dan produksi 800 m3, maka omzet dari penanaman jabon mencapai Rp960-juta per ha. Sebanyak 40% atau Rp384-juta menjadi hak pemilik lahan. Saat ini harga per m3 jabon berumur 4 tahun mencapai Rp716.000; umur 5 tahun, Rp837.000. Andai harga jabon tak terkerek naik alias Rp716.000 per m3, maka omzet dari budidaya jabon 'hanya' Rp572.800.000. Hak pemilik lahan Rp229.120.000/ha.
Emas
Muhammad Insyaf SH, pekebun mitra di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, bermitra dengan PT Serayu pada 2006. Sebanyak 10 ha lahannya ditanami jabon yang kini berumur 3 tahun berdiameter 22 cm. 'Menanam jabon bagaikan menanam emas, sebab kebutuhan kayu akan terus meninggi,' tutur Insyaf.
PT Kupajala Wanantara Kalyana juga menjalin kemitraan dengan pemilik lahan. Menurut Agus Hendarto SE, direktur utama PT Kupajala, pembagian keuntungan adalah 60% bagi PT Kupajala, dan 40% untuk pemilik lahan. Lama kerja sama 6 - 7 tahun. Namun, lahan mitra kerjasama dibatasi hanya di Provinsi Jawa Tengah. Untuk 1 ha lahan Agus lebih menanam rapat berjarak 3 m x 3 m sehingga populasi 1.000 pohon per ha.
Drs Yudha Herryawan Asnawi MM, dosen Magister Bisnis Institut Pertanian Bogor, mengatakan kemitraan itu sebagai solusi yang baik, terutama untuk lahan tidur dan lahan kritis. Yang penting jangan sampai mengkonversi lahan-lahan produktif yang kini ditanami komoditas hortikultura. Yudha mengingatkan agar calon pekebun mitra memperhitungkan kemungkinan kelebihan pasok jabon yang mengakibatkan harga jatuh. Meskipun selama ini, harga kayu cenderung naik.

Rabu, 04 April 2012

Ingin Bahagia? Cium Aroma Kentang

Ingin Bahagia? Cium Aroma Kentang



Jakarta - Kentang tidak hanya memberikan rasa kenyang karena kandungan karbohidrat, melainkan juga mendatangkan rasa bahagia bagi mereka yang menciumnya.

Sebuah studi terbaru membuktikan bahwa aroma kentang panggang tak hanya sekadar menggugah selera, namun juga membuat Anda bahagia.

Dilansir Dailymail, para ilmuwan yang tergabung dalam studi itu mengungkapkan bahwa aroma kentang yang dikeluarkan selama proses memasak dapat memicu kenangan positif di otak.

Tak hanya itu, aroma kentang panggang juga mengingatkan banyak orang pada kenangan masa kecilnya yang menyenangkan, termasuk saat menyantap makanan favorit bersama keluarga.

Untuk membuktikannya, penelitian yang dilakukan Piper Maris mencoba memanggang kentang dalam oven bersuhu 140 derajat selama satu jam. Kemudian peneliti menanyakan pada responden apakah ada perasaan yang timbul dari kegiatan tersebut.

"Penelitian ini dilakukan dengan beberapa cara untuk mengetahui mengapa kita memiliki respons emosional saat mencium aroma kentang panggang. Memori kita dipicu tergantung pada pengalaman yang Anda miliki ketika pertama kali makan kentang panggang," kata Avinash Kant, ketua tim peneliti tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengaku adanya hubungan aroma kentang panggang dengan memori positif yang seakan mengingatkan kembali kenangan lama, seperti menyantap makan malam bersama keluarga. [mor]

Sumber : http://gayahidup.inilah..com/read/de...-aroma-kentang

Rabu, 10 Agustus 2011

JABON TULUNGAGUNG

Kayu jabon Dalam Bahasa latinnya  (Anthocephalus cadamba)

Budidaya Kayu Jabon Memiki Kelebihan Diantaranya :
- Memiliki tekstur lebih halus, bentuknya silinder lurus, berwarna putih kekuningan.
- Tidak berserat, sehingga batang mudah dikupas, 
- Mudah Dikeringkan
- Mudah direkatkan dan tidak cacat
- Arah serat terpadu dan permukaan kayu mengkilap
- Terbukti keawetannya atau daya tahannya.

Industri Yang Menyerap  Kayu Jabon
Banyak sekali penyerap kayu jabon diantaranya kayu lapis, industri mebel, pulp, mainan anak-anak, peti buah, alas sepatu, korek api,  tripleks, mebel, bahan bangunan non konstruksi,  dan banyak lagi yang lainnya. kayu jabon juga mudah dibuat vinir dengan sudut kupas 920 ketebalan 1,5 mm.
Dalam halaman tersebut sudah kami sampaikan bahwa ternyata kayu jabon tidak kalah dengan kayu jati sekalipun, ia kayu jabon dapat dibuat sebagai mebel berkualitas tinggi seperti mebel yang sekarang ada di pasaran menggunakan kayu jati. Kami yakin suatu hari nanti kayu jabon ini akan dapat menjadikan kayu alternatif untuk mebel. Kami pun sedang berencana untuk membuat olahan ini agar dapat dijual luas secara umum.
Hal tersebut di atas kami lakukan karena menjadi tuntutan buat kami sebagai penyedia bibit jabon, pertanyaan-pertanyaan dari pembaca blog kami merupakan tantangan tersendiri bagi kami, dan ternyata hasil tersebut membuktikan bahwa kayu jabon layak untuk dijadikan lahan bisnis.

Harga Pohon Jabon
Sebagai gambaran saja, berikut adalah harga kayu jabon pada tahun lalu (tahun 2009)
1.middle 30-39 Rp 1.000.000
2.middle 40-49 Rp 1.100.000
3.middle 50 up Rp 1.200.000
     Kayu jabon saat ini sudah mulai lebih dikenal, banyak perusahaan mulai menanam kayu jabon. Selain perusahaan besar petani-petani bersekala kecil sampai menengah juga mulai menanam kayu jabon. Kayu jabon sangat tepat ditanam untuk investasi jangka panjang ataupun jangka pendek. Kami katakan bisa untuk jangka pendek karena usia 5 tahun pun sudah bisa untuk dipanen. Walau bisa dipakai jangka pendek, akan tetapi investasi kayu jabon tentunya lebih baik lagi kalau untuk jangka panjang, semakin panjang jangka investasinya semakin banyak keuntungannya, kayu jabon semakin lama semakin menguat dan membesar.

Artikel ini diterbitkan oleh CV. Diva Mitra Nusantara
=========================================================
KAMI MENYEDIAKAN BIBIT JABON
CV. DIVA MITRA NUSANTARA
JL. BLITAR NO. 78 NGUNUT TULUNGAGUNG TELP. 0355-399090
0355-7750750 ( ADI )
=========================================================

Lokasi penanaman Jabon Kami ada dikawah lereng Gunung Wilis : Tepatnya di Desa Geger Kec. Sendang Tulungagung Jawa Timur 

Disamping Jabon, juga ditanami Tembakau, Sayur-sayuran dan Buah-buahan.